Posted on Leave a comment

Warisan Batik Indonesia

Menulis batik, pemandangan di rumah melihat orang membatik adalah pemandangan yang saya lihat ketika saya masih kecil bahkan saat sudah dewasa. Tepatnya di Pulau Jawa yang merupakan sentra batik terbesar di Indonesia. Ibu saya yang sepanjang hidupnya mengabdikan diri pada seni membatik dengan sebaik-baiknya, selalu memberi saya kesempatan untuk melihat dan mengamati secara langsung bagaimana proses membatik model batik terbaru.

Tidak jarang saya menghabiskan sepanjang hari duduk di samping ibu saya saat sedang membatik, menggaruk tinta dari wadah yang terlihat panas dan terkadang saya mencoba mengikuti betapa anggunnya jemari ibu saya meneteskan setetes cairan nokturnal dari kemiringan pada kain tambat. sedang dibungkus. Proses pembelajaran membatik pada masyarakat Jawa sudah dibina sejak kecil. Dengan melihat dan mencoba, para gadis belajar membatik dari orang tua, orang tua, nenek dan tetangganya. Semuanya berjalan secara alami dan diajarkan dengan sendirinya bukan dari sekolah.

Batik ditulis dari masa ke masa

Orang terpintar selalu mengajar dengan menggunakan bahasa lisan yang lebih mudah dipahami dan kita memperhatikan, berusaha dan belajar memahami dengan baik dengan mengandalkan kreativitas alam yang semakin terasah hingga suatu saat menjadi pembatik seperti dirinya. pendahulu. Sampai saat ini saya termasuk anak muda yang belum ahli dalam menggunakan alat membatik. Prosesnya yang panjang dan teliti, terkadang membawa kebosanan bagi anak muda zaman sekarang. Sebagai keturunan pembatik, saya berusaha dan selalu rajin belajar membuat batik yang benar, walaupun sampai saat ini saya menggunakan canting saya tidak bisa luwes dan banyak ekspresi diri.

Kain batik tulis

Berkali-kali seni batik diturunkan melalui pembelajaran dan mendengarkan lisan. Pelatihan bukan lagi hal yang asing, dimana ketrampilan terus berkembang, setiap ada perkembangan teknik baru dalam dunia batik. Namun, apa yang diajarkan oleh para pendahulunya di masa lalu mungkin seperti proses membatik yang sebenarnya.

Batik yang saya buat adalah batik tulis, ciri khas batik tulis adalah prosesnya yang lama dengan berbagai macam kerumitan, sehingga membutuhkan kesabaran dan peralatan. alasannya adalah cara kerja yang bertahap.

Pewarnaan yang berulang membutuhkan sentuhan hati pada setiap corak batik. Apa yang selama ini tidak bisa ditiru meski dengan mesin canggih dan setiap dry drop menunjukkan betapa rumit, sulit dan melelahkannya membuat batik tulis tangan. Adar oh di setiap batik yang kami nikmati sekarang. Jiwa manusia terlibat dalam proses pembentukan karakter setiap kain batik.

Saya belum pernah melihat satu atau dua potong batik. Saya melihat ribuan batik dan terkadang kain tertata rapi di depan saya. Dari sekian banyak jenis batik yang saya lihat, saya selalu tahu, mata saya tidak bisa lepas dari keindahan dan keindahan batik tulis yang bisa menjadi satu dari ribuan kain batik yang berjejer. Ada pesona tak terkatakan di setiap lembar batik tulis tangan. Setiap kain batik saya selalu mengingatkan saya pada filosofi yang selalu dinyatakan nenek moyang saya, yang selalu membimbing saya dan saya yakin tidak akan pernah melupakannya seumur hidup saya.

Di setiap zaman selalu ada masa keemasan dalam membatik, ribuan helai kain batik tercipta, sehingga tersirat ribuan makna di dalamnya. Hal tersebut tentunya tidak akan diperkuat oleh perubahan zaman. Ada nilai luhur yang tak terbantahkan di setiap lembar, penuh doa dan secercah harapan dan cinta. Padahal perkembangan budaya dan pengaruh luar pada batik selalu terkandung dalam makna dan inspirasi dan dapat kita tangkap makna yang dalam.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *